Oleh: Adrinal Tanjung
Sabtu siang, 22 Februari 2025, Kota Padang menjadi saksi sebuah momen untuk acara Bincang Santai Buku Musi Dua Delapan Sembilan yang kami gelar di Damar Shaker Resto & Cafe di Jalan Samudera No. 16 Padang, Acara yang terbatas ini menghadirkan 19 orang, termasuk empat guru yang telah memberi ilmu dan inspirasi saat kami menuntut ilmu di SMA 2 Padang.
Dalam suasana akrab yang penuh kehangatan, kami merayakan kebersamaan yang sudah terbentuk selama lebih dari 35 tahun setelah kelulusan yang dikemas dalam sebuah buku.
Acara ini dikemas secara terbatas, dengan tujuan agar kami bisa lebih fokus melihat isi dan fisik buku yang telah kami tunggu-tunggu. Meski masih dalam bentuk dummy, buku yang memuat lebih dari 430 halaman. Meskipun cukup tebal namun dengan gaya bahasa populer, buku ini lebih mudah dipahami. Buku ini menghadirkan perjalanan penuh kenangan dari para alumni yang tersebar di berbagai penjuru, mengingatkan kami akan masa-masa indah di SMA 2 Padang.
Musi Dua merujuk pada lokasi SMA 2 yang terletak di Jalan Musi No. 2, Kota Padang, sementara Delapan Sembilan adalah tahun kelulusan kami yang tak akan pernah pudar dalam ingatan. Buku ini lebih dari sekadar catatan sejarah; ia adalah jendela yang memperlihatkan perjalanan hidup kami setelah melewati bangku sekolah, serta kisah-kisah kebersamaan yang terjalin selama bertahun-tahun.
Saat acara berlangsung, saya, sebagai penulis pertama, berbagi alasan mengapa buku ini perlu ditulis. Mengapa buku ini penting bagi kami, dan bagaimana proses riset serta penulisannya berlangsung selama hampir empat bulan. Penulisan dimulai setelah kami mengadakan Reuni Akbar 35 Tahun pada 7-8 September 2024 di Cibogo, Kabupaten Bogor.
Reuni yang penuh kegembiraan ini dihadiri sekitar 150 alumni dari berbagai kota, seperti Padang, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Lampung, Banten, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, Cikarang, Bandung, dan banyak lagi. Suasana yang hangat dan penuh tawa ini menumbuhkan semangat untuk mewujudkan karya ini.
Buku ini ditulis bersama Ardian Riza, seorang alumni SMA 2 Padang Angkatan 89 yang kini berprofesi sebagai dokter di RS Kota Padang. Saya sendiri yang berprofesi sebagai birokrat di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta pegiat literasi di instansi pemerintah.
Saya merasa beruntung bisa bekerja sama dan didukung Ardian Riza yang memiliki semangat yang sama agar buku ini bisa ditulis. Buku ini juga menjadi buku ke-50 yang saya tulis, menjadikannya lebih istimewa. Selain kami berdua, tak kurang dari 44 kontributor turut memberikan tulisan dan kontribusi yang semakin memperkaya isi buku ini.
Buku Musi Dua Delapan Sembilan tak hanya mendapat sambutan hangat dari alumni angkatan kami, tetapi juga dari alumni lintas angkatan, seperti Angkatan 1985 dan 1990. Endorsement dari para pejabat pemerintahan, penulis, dan pegiat literasi semakin menambah bobot buku ini sebagai karya literasi untuk menggairahan literasi menulis di Indonesia.
Dukungan dan endorsment tersebut membuktikan bahwa buku ini bukan hanya milik Angkatan 89 SMA 2 Padang, tetapi juga menjadi bagian dari jejak dan kenangan bersama lintas angkatan.
Selama hampir tiga jam acara Bincang Santai berlangsung, selain membahas isi buku, kami juga mendengarkan pandangan yang sangat berharga dari salah satu guru kami, Ibu Nila Khairani Guru Matematika , yang kini berusia 70 tahun. Meskipun usianya sudah menginjak angka tersebut, semangat beliau tak luntur. Dengan penuh kebanggaan, Ibu Nila menyampaikan bahwa buku ini akan sangat bermanfaat bagi generasi mendatang dan merupakan kebanggaan besar baginya sebagai seorang pendidik yang pernah mengajar kami.
Acara semakin syahdu saat kami menyanyikan tembang "Cinta" yang dipopulerkan oleh Vina Panduwinata pada tahun 1988, dilanjutkan dengan lagu "Kemesraan" yang semakin mempererat ikatan persahabatan di antara kami. Tawa, kisah, dan kenangan begitu mengalir dengan indah. Sebelum acara resmi ditutup, sesi foto bersama dan salaman menambah hangatnya kebersamaan kami, yang terus terasa meskipun waktu telah berlalu.
Usai acara di tempat terpisah, Dewan Penasihat Alumni Angkatan 89, Dr. dr. Yevri Zulfiqar, SpB, Sp U (K), MKes, menyampaikan harapan agar buku ini segera diterbitkan dan diluncurkan dalam acara yang lebih besar, mengundang alumni lintas angkatan. Harapannya, buku ini tidak hanya bisa dinikmati oleh alumni Angkatan 89 , tetapi juga dapat mempererat silaturahmi dan kebersamaan seluruh alumni SMA 2 Padang lintas angkatan. yang menjadikan SMA 2 Padang sebagai salah satu SMA terbaik di Sumatera Barat di era tersebut.
SMA 2 Padang dikenal sebagai salah satu SMA terbaik di Sumatera Barat kala itu, yang telah melahirkan alumni-alumni yang berkualitas yang kini tersebar di berbagai sektor dan profesi. Alumni-alumni ini telah memberikan kontribusi terbaik mereka untuk kemajuan Ranah Minang dan Indonesia.
Buku Musi Dua Delapan Sembilan lebih dari sekadar karya literasi. Ia adalah warisan yang akan terus dikenang oleh seluruh alumni SMA 2 Padang. Semoga buku ini menjadi bagian dari sejarah yang tak pernah pudar dan terus menginspirasi generasi mendatang.
Pramuka 33, 25 Februari 2025