Raden Suhartono dan Perjalanan Mengolah Kata

Senin, 17 Maret 2025 Last Updated 2025-03-17T06:14:46Z


oleh : Adrinal Tanjung

Menulis adalah perjalanan panjang yang penuh dengan pembelajaran dan refleksi. Bagi saya, perjalanan menulis dimulai lebih dari dua dekade lalu, tepatnya 27 tahun yang lalu. Saat itu saya pertama kali menulis artikel untuk sebuah koran di Manado. Pada waktu itu, saya bekerja sebagai auditor di Perwakilan BPKP Sulawesi Utara, dan belum saya bayangkan bahwa tulisan saya pada saat itu akan menjadi awal dari perjalanan panjang yang terus berkembang hingga hari ini. Seiring berjalannya waktu, menulis menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup saya, merasuk ke dalam setiap aspek pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Awal perjalanan saya dalam dunia menulis dimulai dengan artikel-artikel sederhana. Namun, ketika saya mulai bertugas di Puslitbang Siswas BPKP Jakarta pada awal tahun 2000, saya mendalami dunia jurnalisme lebih dalam lagi. Di sana, saya tidak hanya menulis reportase, tetapi juga melakukan wawancara dengan berbagai tokoh, yang memberi saya kesempatan untuk melihat dunia dari perspektif yang lebih luas. Setiap wawancara, setiap cerita yang saya dengar, memperkaya pengetahuan saya dan membuka cakrawala berpikir saya.


Pengalaman menulis reportase dan ulasan tokoh  membawa saya pada babak baru. Selama hampir sepuluh tahun, dunia jurnalistik membawa saya berkeliling, bertemu dengan banyak orang, dan belajar tentang berbagai lapisan kehidupan. Menulis tentang berbagai topik, memberi saya kesempatan untuk merenungkan banyak hal, mengasah kemampuan bercerita, dan membangun empati terhadap banyak orang.

Pada tahun 2007, saya memutuskan untuk beralih ke dunia penulisan buku. Keputusan ini merupakan langkah besar yang membuka babak baru dalam karir saya sebagai penulis selain kesibukan sebagai birokrat di instansi pemerintah. Menulis buku bukan hanya sekadar menghasilkan karya tulis, melainkan sebuah peluang untuk mendalami topik secara mendalam, menggali cerita yang tersembunyi, dan berbagi pengalaman hidup.  Dalam setiap halaman buku yang saya tulis, terdapat riset yang mendalam, wawancara dengan berbagai pihak, dan refleksi pribadi tentang topik yang sedang saya angkat.


Salah satu momen yang paling berkesan dalam perjalanan menulis saya adalah ketika saya menghabiskan tiga hari yang luar biasa di Kota Semarang pada Maret 2025. Di sana, saya tidak hanya menulis tentang sosok, tetapi juga menggali karakter di balik kesederhanaan seorang tokoh, Raden Suhartono. Melalui wawancara dengan orang-orang terdekatnya, saya mendapatkan pandangan yang lebih dalam tentang kehidupannya, dan ini membuka banyak pelajaran berharga. Pengalaman itu mengingatkan saya akan pentingnya mendengarkan, memahami, dan meresapi setiap cerita yang disampaikan oleh orang lain.

Proses menulis tentang tokoh, seperti Raden Suhartono membawa saya pada pemahaman yang lebih dalam tentang dedikasi dan kesederhanaan. Dalam menyelami perjalanan hidup beliau, saya belajar banyak tentang pengabdian tanpa pamrih dan kontribusi besar yang sering kali tidak terlihat. Raden Suhartono adalah sosok yang tidak hanya bekerja untuk kepentingan pribadi, tetapi juga berjuang demi kemajuan institusi dan masyarakat. Bagi saya, menulis buku tentang beliau adalah kesempatan untuk mengabadikan perjuangannya dan memberi penghormatan yang layak bagi sosok yang begitu rendah hati dan penuh dedikasi.


Kini, setelah hampir tiga bulan terakhir mengumpulkan materi, melakukan wawancara, serta membaca berbagai referensi, saya memasuki fase penting dalam proses penulisan buku Raden Suhartono  Deputi Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP. Fase ini merupakan titik krusial dalam perjalanan saya sebagai penulis, yang tidak hanya membutuhkan waktu dan ketekunan, tetapi juga konsentrasi penuh.

Menyusun kata demi kata, merangkai ide-ide yang ada, dan memastikan bahwa setiap bagian buku mencerminkan karakter sejati Raden Suhartono adalah tantangan besar, namun juga pengalaman yang sangat berarti. Saya bersyukur dalam proses kreatif ini saya mendapat dukungan dari berbagai pihak, para Direktur dan tim di Deputi Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP. Dukungan dari Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengawasan (Putrajakwas) BPKP, Koordinator dan Sub Koordinator  Manajemen Pengetahuan Putrajakwas, dan tim yang ditugaskan dalam melakukan wawancara dan mengolah hasil wawancara sehingga menjadi sebuah buku yang menarik dan mencerahkan. 


Buku ini adalah legacy dan bentuk penghormatan institusi BPKP terhadap sosok yang telah memberikan begitu banyak kontribusi di bidang  pengawasan internal pemerintah. Hampir empat dekade Raden Suhartono memberikan sumbangsih dan kontribusi di berbagai penugasan dan jabatan tentu saja layak untuk didokumentasikan. Proses menulis ini adalah pengalaman yang begitu berharga untuk menyampaikan informasi dengan cara yang menyentuh hati atas perjalanan hidup dan karir Raden Suhartono.  

Menulis bukan hanya tentang menciptakan kata-kata di atas kertas. Menulis adalah proses yang melibatkan refleksi mendalam tentang kehidupan, tentang manusia, dan tentang dunia di sekitar kita. Lewat tulisan di buku ini,  saya berusaha untuk menyampaikan lebih dari sekadar informasi. Semoga  tulisan di buku ini membawa pembaca pada perjalanan emosional dan memberi wawasan baru, dan menyentuh hati. Di balik setiap buku yang ditulis, ada pelajaran hidup yang bisa diambil dan dapat dijadikan pelajaran. 


Proses penyelesaian buku Raden Suhartono ini  mengajarkan saya banyak hal, dan saya berharap hasil akhirnya akan bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi dunia literasi dan juga bagi institusi BPKP. Ke depan diharapkan perjalanan literasi menulis ini kian dan terus berkembang di masa mendatang dengan karya karya yang lebih bermakna dan bernilai untuk masyarakat luas. Semoga saja.

Pramuka 33, 17 Maret 2025

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Raden Suhartono dan Perjalanan Mengolah Kata

Trending Now

Profil

iklan